Tangerang,suararepublik.id— Gelombang aksi kejahatan yang merajalela di kawasan Cisauk, Kabupaten Tangerang, memicu sorotan tajam dan kritik keras dari masyarakat. Kurangnya kehadiran aparat keamanan di lapangan membuat warga mempertanyakan keseriusan serta responsivitas Polsek Cisauk dan jajaran kepolisian setempat dalam menjaga keamanan wilayah.
Kritik publik ini memuncak di media sosial setelah akun @cisauk.update membagikan informasi terkait kasus kejahatan lokal.Minggu (26/07/2026) Kolom komentar unggahan tersebut langsung diserbu warga yang meluapkan rasa frustrasi atas maraknya tindak kriminalitas yang seolah melenggang tanpa penanganan berarti dari pihak berwajib.
Aksi Kejahatan Makin Nekat, Mana Patroli Polisi?
Sejumlah kesaksian warga menunjukkan bahwa para pelaku kejahatan kini makin berani beraksi tanpa rasa takut sedikit pun terhadap aparat hukum.
Terjadi di Siang Bolong: Seorang warga melaporkan kasus pencurian sepeda motor di kawasan Cibogo (dekat SD Kedokan) yang terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Aksi nekad di siang hari bolong ini dinilai menjadi bukti nyata lemahnya pengawasan dan minimnya patroli kepolisian di titik-titik rawan.
Komplotan Berani Dobrak Rumah: Warganet lain membeberkan aksi komplotan empat orang pelaku yang nekat membongkar gerbang rumah warga untuk mengincar mobil yang terparkir.
Minim Efek Jera: Berulangnya kasus curanmor hingga pencurian mobil di area Cisauk mengindikasikan belum adanya langkah preventif yang efektif maupun tindakan penegakan hukum yang memberikan efek jera dari kepolisian.

Masyarakat Merasa Tak Dilindungi, Medsos Jadi Pelampiasan
Banjirnya aduan warga di kolom komentar media sosial menjadi cerminan krisis kepercayaan publik terhadap efektivitas penanganan kejahatan di wilayah hukum Cisauk. Warga merasa terpaksa bersuara di dunia maya karena merasa penanganan di lapangan lambat dan tidak berdampak langsung pada rasa aman mereka.
”Wah Cisauk sekarang rawan maling… ngeri, bener-bener udah gak aman,” tulis salah satu warganet, menyuarakan kekecewaan atas situasi keamanan yang kian memburuk.
Maraknya aksi kriminalitas ini mendorong warga untuk mendesak jajaran Polsek Cisauk dan Polres Tangerang Selatan agar tidak hanya bersikap pasif menunggu laporan formal, tetapi segera melakukan evaluasi kinerja secara menyeluruh.
Masyarakat menuntut tindakan nyata kepolisian yang meliputi:
Patroli Rutin yang Terlihat (Visible Patrol): Menggiatkan patroli fisik secara masif di permukiman warga dan jam-jam rawan, bukan sekadar imbauan formalitas.
Pengungkapan Komplotan Pelaku: Memburu dan menindak tegas jaringan pelaku kejahatan yang sudah sangat meresahkan warga.
Restorasi Fungsi Pengayom: Mengembalikan rasa aman masyarakat melalui tindakan konkrit di lapangan, bukan sekadar respons defensif saat berita kejahatan viral di media sosial.
(Nuy)

