Jakarta, Suararepublik.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara menggelar Wisuda Sekolah Lanjut Usia (Lansia) tingkat kota yang diikuti 85 peserta dari Sekolah Lansia Nirmala dan Sekolah Lansia Cucak Hijau. Prosesi wisuda berlangsung di Ruang Bahari, Kantor Wali Kota Jakarta Utara, sebagai bentuk apresiasi atas semangat para lansia yang terus belajar dan mengembangkan diri.
Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, menyampaikan rasa bangga atas antusiasme para peserta yang tetap bersemangat menimba ilmu di usia lanjut. Menurutnya, Sekolah Lansia menjadi ruang bagi para lansia untuk menjaga kesehatan, meningkatkan pengetahuan, serta tetap berperan aktif di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
“Saya sangat bahagia melihat orang tua dan para senior kita hari ini diwisuda. Sekolah Lansia diharapkan menjadi wadah bagi para lansia untuk terus belajar, menjaga kesehatan, dan tetap produktif di tengah keluarga maupun masyarakat,” ujar Hendra, Selasa (28/7/2026).
Hendra menegaskan bahwa memasuki usia lanjut bukan berarti berhenti berkarya. Sebaliknya, usia senja merupakan anugerah yang patut disyukuri karena tidak semua orang memiliki kesempatan mencapai fase tersebut.
“Setiap rambut putih adalah bukti pengalaman dan setiap keriput adalah jejak perjuangan. Usia bukanlah kehilangan masa muda, melainkan kemenangan atas waktu,” katanya.
Ia juga mengajak generasi muda untuk terus menghormati, menyayangi, dan memberikan perhatian kepada para orang tua agar mereka tetap merasa dihargai dan bahagia.
“Selamat kepada seluruh wisudawan. Teruslah belajar dan menjadi inspirasi bahwa lansia Jakarta Utara adalah lansia yang sehat, mandiri, aktif, dan bermartabat,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Utara, Agung Meidya Gutama, menjelaskan seluruh peserta wisuda berasal dari dua Sekolah Lansia di Kecamatan Tanjung Priok. Rinciannya, Sekolah Lansia Nirmala di Kelurahan Sunter Jaya meluluskan 28 peserta Standar 2 (S2) dan 26 peserta Standar 1 (S1), sedangkan Sekolah Lansia Cucak Hijau di Kelurahan Sungai Bambu mewisuda 31 peserta Standar 1 (S1).
Agung mengatakan, selama enam bulan pembelajaran para peserta mendapatkan materi berdasarkan Kurikulum Tujuh Dimensi Lansia Tangguh yang mencakup kesehatan, sosial, spiritual, hingga pengembangan keterampilan.
“Selama enam bulan masa pembelajaran, para peserta mendapatkan materi berdasarkan Kurikulum Tujuh Dimensi Lansia Tangguh, mulai dari aspek kesehatan, sosial, spiritual, hingga pengembangan keterampilan,” ungkap Agung.
Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang membantu penyelenggaraan Sekolah Lansia. Menurutnya, program tersebut akan terus dikembangkan agar semakin banyak lansia memperoleh kesempatan belajar.
“InsyaAllah program ini akan terus berkelanjutan sehingga semakin banyak lansia yang memperoleh kesempatan belajar serta berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Salah seorang wisudawati Sekolah Lansia Cucak Hijau, Damiyen Sri Utami (78), mengaku senang dapat menyelesaikan pendidikan di Sekolah Lansia. Selama mengikuti program, ia memperoleh banyak pengalaman baru, mulai dari olahraga rutin hingga pelatihan keterampilan.
“Banyak kegiatan yang bermanfaat dan menyenangkan, seperti jalan sehat rutin, belajar pola makan sehat, keterampilan tangan, hingga urban farming,” tutur Sri.
Ia berharap program tersebut terus berlanjut agar dirinya dan para lansia lainnya dapat kembali mengikuti jenjang pembelajaran berikutnya.
“Kalau nanti ada sekolah lanjutan S2, saya ingin ikut lagi,” ucapnya.
(Tto)

