Kota Bekasi, Suararepublik.id – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengajak mahasiswa untuk tidak menjadikan gelar akademik sebagai satu-satunya bekal dalam menghadapi dunia kerja dan kehidupan sosial. Pesan tersebut disampaikan saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Nasional STIE Arlindo bertema “Beyond the Degree: Membangun Skill, Leadership, dan Networking untuk Kesuksesan Generasi Muda”, Kamis (13/8/2026).
Seminar yang berlangsung di STIE Arlindo, Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, itu diikuti mahasiswa dan calon mahasiswa. Kegiatan menjadi wadah bagi generasi muda untuk memperluas wawasan mengenai pentingnya keterampilan, kepemimpinan, jejaring serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Dalam pemaparannya, Tri menekankan agar mahasiswa memanfaatkan masa kuliah dengan berbagai aktivitas positif. Menurutnya, dunia kerja membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu berkomunikasi, berkolaborasi, memimpin dan mengambil keputusan.
“Setiap hari saya memantau pesan yang disampaikan masyarakat melalui media sosial. Ada yang menyampaikan melalui Instagram, TikTok, Facebook dan berbagai platform lainnya. Bahkan ada juga warga Kabupaten Bekasi yang menyampaikan laporan kepada saya karena mengira wilayah tersebut masuk Kota Bekasi,” ujar Tri.
Ia menilai perkembangan media sosial telah mengubah pola komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Berbagai informasi, aspirasi hingga pengaduan kini dapat disampaikan dengan cepat melalui platform digital.
“Kadang ketika saya selesai menghadiri kegiatan seperti ini dan masuk ke mobil, WhatsApp yang masuk sudah ribuan. Ini menunjukkan bagaimana masyarakat sekarang begitu cepat menyampaikan informasi dan aspirasi melalui teknologi,” katanya.
Karena itu, Tri mengingatkan mahasiswa agar tidak sekadar menjadi pengguna media sosial. Platform digital, menurutnya, dapat dimanfaatkan untuk membangun personal branding, memperluas jaringan, menyampaikan gagasan hingga menghasilkan karya yang memberikan manfaat.
Selain media sosial, Tri juga mendorong mahasiswa untuk mulai memahami dan menguasai teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Perkembangan AI dinilai akan semakin berpengaruh terhadap dunia kerja dan berbagai aspek kehidupan.
“AI harus kita pelajari. Bukan untuk menggantikan manusia, tetapi bagaimana kita bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan kemampuan dan produktivitas. Ini akan menjadi bagian dari daya saing generasi mendatang,” jelasnya.
Tri menyebut tema Beyond the Degree sangat sesuai dengan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini. Gelar akademik tetap penting, namun perlu diperkuat dengan keterampilan, jiwa kepemimpinan, kemampuan membangun jejaring, kreativitas serta daya adaptasi.
Ia berharap mahasiswa STIE Arlindo mampu menjadi generasi yang berani mencoba, tidak berhenti belajar dan dapat menggunakan teknologi untuk menciptakan peluang.
“Jangan hanya menjadi pengguna teknologi. Jadilah generasi yang mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan sesuatu, membangun peluang dan memberikan manfaat bagi orang lain,” pungkasnya.
(Red)

