Jakarta, Suararepublik.id – Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia 92 (SBSI 92) Sunarti mengaku heran dengan tindakan sejumlah orang yang mengaku anggota kepolisian saat memeriksa mobil ambulans miliknya di sela demonstrasi BEM UI di depan Gedung UOB, Selasa (18/8/2026).

Mobil ambulans Daihatsu Luxio tersebut dihentikan dan diperiksa. Tidak hanya kendaraan, tas pribadi milik Sunarti juga ikut diperiksa.

“Ada Apa Sebenarnya”

Sunarti mempertanyakan alasan pemeriksaan tersebut. Menurutnya, keberadaan ambulans di sekitar lokasi aksi justru untuk mengantisipasi kondisi darurat selama demonstrasi berlangsung.

“Saya heran, kenapa sampai ambulans diperiksa dan tas pribadi saya juga ikut diperiksa. Padahal kami datang memang untuk berjaga-jaga kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Ada apa sebenarnya,” ucap Sunarti dalam keterangannya, Rabu 19 Agustus 2026.

Posisi Ambulans Bukan di Tengah Massa

Sunarti menjelaskan ambulans miliknya digunakan secara mobile setiap hari. Saat di lokasi aksi, posisi kendaraan tidak berada di titik berkumpul massa.

“Ambulans itu setiap hari mobile. Posisi kami juga bukan di tengah massa. Kami ada di seberang jalan, dekat Stasiun Sudirman, sedangkan massa ada di depan Gedung UOB,” ungkapnya.

Pertanyakan Pengamanan Berlebihan

Ia mempertanyakan apakah pemeriksaan itu bagian dari pengamanan yang berlebihan.

“Saya mempertanyakan, sebenarnya apa yang dicurigai dari ambulans? Kami datang untuk membantu kalau ada yang membutuhkan pertolongan, bukan untuk melakukan hal-hal yang mengganggu jalannya aksi,” tuturnya.

Sunarti menilai pengamanan demonstrasi penting. Namun ia berharap petugas bisa membedakan kendaraan untuk kebutuhan kemanusiaan dengan hal yang berpotensi mengganggu keamanan.

“Lantas muncul di benak saya. Siapa yang memberikan perintah?” pungkas dia.

 

(Ida)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *