Jakarta, Suararepublik.id – Wakil Ketua Umum DPP SBSI 92, Asep Djamaludin, menyoroti razia dan penggeledahan terhadap mobil ambulans yang dikendarai Ketua Umum SBSI 92, Sunarti, saat melintas di Jl. Jenderal Sudirman pada aksi mahasiswa 18 Agustus 2026 lalu.

Menurut Asep, razia yang dilakukan kepolisian di tengah intensitas aksi menyikapi kebijakan pemerintah memang wajar. Namun ia mengkritik jika razia itu tidak tepat sasaran.

“Kalaupun sudah ada indikasi terhadap ambulans yang dikendarai Ketua Umum kami, harus ada koordinasi. Saya yakin mereka tahu siapa yang ada di ambulans itu. Pertanyaannya, siapa yang memberikan perintah,” ujar Asep saat dihubungi, Rabu (20/8/2026).

Ia menyebut selama ini komunikasi SBSI 92 dengan kepolisian berjalan cukup intens. Bahkan polisi disebut sempat berupaya menjaga kondusivitas terkait UU Ketenagakerjaan dan berencana bersama KBPSI meresmikan sekretariat.

“Tetapi indikasi ini jadi meluas. Mohon ada klarifikasi dari pihak kepolisian terkait razia kemarin,” tegasnya.

“HUT RI ke-81 Hanya Lip Service”

Asep juga menyinggung makna peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI bagi kaum buruh. Ia menilai perayaan tahun ini tidak memiliki makna apa-apa di tengah kondisi yang “carut-marut”.

“Hari ini saja kami mau dipotong pajak progresif dari JHT. Makna kemerdekaan hari ini hanya lip service,” katanya.

Ia mencontohkan data yang memprihatinkan: kemiskinan nomor 2 se-Asia, upah paling rendah se-Asia, korupsi nomor 1 se-Asia.

“Apa lagi yang bisa kita banggakan memperingati HUT RI ke-81? Bagi kami maknanya hanya dirasakan para pejabat di sekitar Istana. Bagi rakyat hanyalah objek penderita,” ujarnya.

Desak Prabowo Autokritik

Menutup pernyataannya, Asep mendesak Presiden Prabowo Subianto melakukan autokritik bersama kabinetnya. Ia menyinggung maraknya isu “September Kelam” atau “Black September” di media sosial.

“Ini harus jadi autokritik. Jangan asal-asalan ngomong, asal-asalan pidato, sehingga memancing amarah rakyat lebih luas,” katanya.

Ia menegaskan SBSI 92 saat ini fokus pada agenda mengawal pengesahan UU Ketenagakerjaan yang baru.

“Suka tidak suka, hari ini kami punya agenda khusus di situ,” pungkas Asep.

 

(Ida)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *