Jakarta, Suararepublik.id – Organisasi kemasyarakatan Cilincing Bersatu (Ciber) menyambangi Kantor Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Selasa sore (14/10/2026). Audiensi tersebut membahas pemberdayaan warga pesisir hingga upaya memperbaiki citra Cilincing di media sosial.
Audiensi diterima Wakil Camat Cilincing, Haji Agung, karena Camat berhalangan hadir. Hadir Sekjen Ciber Supriyadi dan Ketua Ciber Ajid Durohim.
Sekjen Ciber Supriyadi menjelaskan, ada empat poin utama yang disampaikan kepada pihak kecamatan.
Poin pertama, soal konsolidasi pemuda se-Kecamatan Cilincing dalam momentum Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026.
“Kami akan konsolidasi teman-teman Ciber di tujuh kelurahan. Bagaimana momen Sumpah Pemuda ini kita jadikan gerakan anak muda Cilincing agar terlibat dalam pembangunan pesisir. Jangan sampai kita jadi penonton di tanah sendiri,” ujar Supriyadi.
Poin kedua, Ciber menegaskan posisinya sebagai katalisator antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat. Ia menyoroti rekrutmen tenaga kerja di kawasan industri dan Pelabuhan yang masih minim menyerap putra daerah.
“Kenapa perusahaan harus ambil tenaga kerja dari luar? Kalau ambil anak kampung sendiri, ada sense of belonging, rasa memiliki. Mereka lebih peduli,” katanya.
Menurutnya, mempekerjakan warga lokal justru menguntungkan perusahaan. Dana CSR bisa lebih tepat sasaran dalam bentuk pelatihan bersertifikasi.
“Kami tidak asal kirim orang, kami kirim tenaga kerja yang tersertifikasi dan layak sesuai profesi yang dibutuhkan,” tegasnya.
Poin ketiga, Ciber menyoroti dampak jam operasional truk dan kemacetan di Cilincing yang merugikan warga.
Ketua Ciber Ajid Durohim mengatakan, sopir-sopir warga Cilincing dirugikan akibat aturan jam operasional, sementara pedagang kaki lima (PKL) mengeluh omzet anjlok karena macet.
“Kami akan terus perjuangkan hak pekerja untuk putra-putri wilayah setempat agar diberi ruang dan kesempatan. Jangan tebang pilih atau mengkotak-kotakkan kami sebagai putra wilayah,” ujar Ajid.
Poin keempat, yang menjadi concern baru Ciber, adalah membangun informasi digital sebagai check and balancing di media sosial.
Ajid Durohim menilai, selama ini Cilincing kerap mendapat pemberitaan tidak berimbang di media sosial. Berita-berita negatif yang melemahkan psikologis warga kian memperburuk image Cilincing, padahal banyak prestasi besar di Cilincing yang kurang mendapat porsi pemberitaan proporsional.
“Membangun informasi digital sebagai bentuk check and balancing di media sosial. Cilincing kerap dapat pemberitaan tidak berimbang, berita yang melemahkan psikologis nama wilayah Cilincing kian memperburuk image, padahal banyak prestasi besar di Cilincing yang menonjol dan kurang dapat porsi pemberitaan yang proporsional, bahkan di akun-akun individu. Ini menjadi concern Ciber untuk memperbaiki citra wajah Cilincing,” beber Ajid.
Ia menambahkan, sebagai ormas, Ciber akan menjalankan fungsi sosial kontrol terhadap pembangunan.
“Pembangunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Kami akan mengontrol, melihat seberapa besar manfaat dan dampaknya bagi masyarakat Cilincing,” tutupnya.
(Ida)

