Jakarta, suararepublik.id– Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Fredy Setiawan, menghadiri kegiatan Open House Gelar Griya Sekolah Penerima Revitalisasi di SMP Hang Tuah 1 Jakarta, Jumat (16/10).
Kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat langsung hasil pembenahan sarana dan prasarana sekolah sekaligus penerapan digitalisasi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
Dalam kegiatan tersebut, Fredy turut meninjau sejumlah fasilitas sekolah yang telah mendapatkan pembenahan, di antaranya perpustakaan, ruang kelas VII C, dan laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Peninjauan dilakukan untuk melihat pemanfaatan fasilitas dalam menunjang kegiatan belajar mengajar yang lebih aman, nyaman, dan berkualitas.
Fredy menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas pelaksanaan program revitalisasi sekolah yang dinilai memberikan manfaat bagi dunia pendidikan, khususnya dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik bagi para peserta didik. “Program revitalisasi sekolah bukan sekadar pembaruan fisik, melainkan transformasi menyeluruh terhadap mutu, suasana, dan sistem pendidikan di satuan pendidikan. Kami dari Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara sangat mendukung program ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar Fredy.
Menurutnya, SMP Hang Tuah 1 Jakarta menjadi salah satu sekolah yang telah menyelesaikan tahapan revitalisasi dengan hasil yang dapat dirasakan melalui peningkatan kualitas fasilitas dan lingkungan belajar.
Ia menilai, kegiatan Open House Gelar Griya Sekolah juga menjadi sarana untuk memperkenalkan hasil revitalisasi kepada masyarakat sekaligus membangun keterbukaan dan kepercayaan antara sekolah, orang tua, dan pemerintah. “Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah atau pihak sekolah, tetapi juga keluarga dan masyarakat. Dengan fasilitas yang semakin baik, kita berharap proses pembelajaran menjadi lebih optimal,” katanya.
Selain pembenahan sarana dan prasarana, Fredy juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan belajar mengajar. Menurutnya, digitalisasi pendidikan menjadi kebutuhan yang harus diikuti dengan peningkatan kemampuan tenaga pendidik serta penggunaan teknologi secara bijak.
“Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan zaman. Namun, teknologi tetap menjadi alat bantu, bukan pengganti peran guru. Justru dengan teknologi, guru diharapkan semakin maksimal dalam membimbing dan mengembangkan potensi peserta didik,” jelasnya.
Fredy menambahkan, peningkatan kualitas fasilitas sekolah harus berjalan seiring dengan peningkatan kemampuan guru, dukungan orang tua, serta semangat belajar para siswa.
Ia berharap seluruh fasilitas hasil revitalisasi dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik sehingga memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi kegiatan pendidikan. “Dengan semakin baiknya sarana dan prasarana, kami berharap hal ini juga dibarengi dengan peningkatan kualitas guru, dukungan orang tua, dan kualitas pendidikan anak-anak itu sendiri. Mudah-mudahan fasilitas yang ada dapat digunakan secara optimal dan melahirkan semakin banyak generasi muda unggul yang mampu berkontribusi bagi bangsa dan negara,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi DKI Jakarta, Guritno Wijanarko, mengatakan program revitalisasi sekolah merupakan salah satu langkah pemerintah dalam meningkatkan kualitas lingkungan pendidikan melalui penyediaan fasilitas belajar yang lebih layak. “Program revitalisasi sekolah merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi peserta didik,” ujar Guritno.
Menurutnya, lingkungan belajar yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung proses pendidikan. Karena itu, pembenahan fasilitas sekolah diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi siswa maupun tenaga pendidik dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar.
Ia berharap hasil revitalisasi tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh warga sekolah, sehingga peningkatan sarana dan prasarana juga diikuti dengan peningkatan mutu pembelajaran.
Melalui program revitalisasi dan digitalisasi sekolah, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara berharap kualitas pendidikan terus meningkat, tidak hanya dari sisi fasilitas, tetapi juga proses pembelajaran dan pengembangan kemampuan peserta didik.
Program ini diharapkan dapat menjadi langkah berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik serta mempersiapkan generasi muda Jakarta Utara yang cerdas, terampil, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan masa depan.

