Jakarta, suararepublik.id – Mengubah sampah menjadi barang bernilai guna sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat menjadi semangat yang terus dijaga Bank Sampah Mawar Baru di RT 002 RW 011 Kelurahan Rawa Badak Utara, Kecamatan Koja. Berkat konsistensi dan berbagai inovasi yang dikembangkan sejak 2018, bank sampah yang diketuai Ari Sulandari ini berhasil menjadi salah satu dari dua penggiat lingkungan asal Jakarta Utara yang melaju dalam Lomba Pilah Olah Sampah Heroes 2026 Tingkat Provinsi DKI Jakarta.
Bukan sekadar mengumpulkan dan memilah sampah, Ari bersama warga berupaya membangun kebiasaan baru dalam memandang sampah. Baginya, sampah bukan hanya sesuatu yang harus dibuang, tetapi memiliki potensi untuk diolah menjadi produk bermanfaat yang mampu memberikan nilai tambah bagi kehidupan masyarakat.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Bank Sampah Mawar Baru mengembangkan tiga strategi utama, yakni pilah, olah, dan gerak. Ketiganya menjadi landasan dalam menggerakkan partisipasi masyarakat, mulai dari membiasakan pemilahan sampah dari rumah, mengembangkan kreativitas pengolahan, hingga mendorong aksi nyata yang memberikan manfaat lebih luas.
Ari mengakui, mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat agar terbiasa memilah sampah bukan perkara mudah. Karena itu, pendekatan edukasi dilakukan secara bertahap, salah satunya dengan mendatangi rumah warga secara langsung.
“Sampah rumah tangga merupakan salah satu sumber sampah terbesar. Mengubah pola pikir dan perilaku warga memang tidak mudah, sehingga kami memulai edukasi dari pintu ke pintu. Kami ingin masyarakat memahami bahwa sampah memiliki nilai lebih apabila dipilah dan diolah dengan tepat,” ungkap Ari.
Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah program Kak Botak Pintar. Gerakan kreatif ini mengajak generasi muda untuk melihat sampah dari sudut pandang berbeda, yakni sebagai sumber ide dan bahan baku untuk menghasilkan karya inovatif yang memiliki nilai guna.
Berbagai produk berhasil dikembangkan, di antaranya speaker inovatif dan kompor listrik yang memanfaatkan komponen magicom bekas. Inovasi tersebut menjadi bukti bahwa barang yang sebelumnya dianggap tidak terpakai masih memiliki peluang untuk dimanfaatkan kembali melalui kreativitas dan keterampilan.
Lebih jauh, Ari ingin pengelolaan sampah tidak berhenti pada persoalan kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu membangun ekonomi sirkular di tingkat masyarakat. Hasil pengolahan sampah diharapkan dapat memberikan tambahan pendapatan bagi warga sekaligus menghadirkan manfaat sosial.
Bahkan, melalui pengumpulan minyak jelantah (mijel), Bank Sampah Mawar Baru turut mengembangkan gerakan donasi untuk membantu kaum dhuafa, memberikan santunan, hingga mendukung kebutuhan pendidikan.
Sementara itu, Perwakilan Tim Penilai Lomba Pilah Olah Sampah Heroes Jakarta 2026 dari Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Provinsi DKI Jakarta, Ied Sabilla, mengatakan penilaian dilakukan dengan melihat kapasitas dan kontribusi masing-masing individu, bukan berdasarkan kuota wilayah.
Aspek yang menjadi perhatian meliputi aktivitas pengelolaan sampah, konsistensi, dampak yang dihasilkan, inovasi, volume sampah yang berhasil dikelola, serta karakter masing-masing penggiat lingkungan. Selanjutnya, sebanyak 15 peserta menjalani verifikasi lapangan sebelum mengikuti wawancara bersama dewan juri ahli pada Senin (9/11).
Dari tahapan tersebut akan ditetapkan 10 peserta terbaik, yang kemudian diseleksi kembali untuk menentukan lima pemenang, mulai dari juara pertama, kedua, ketiga, hingga harapan pertama dan kedua. “Dari 10 peserta tersebut nantinya dipilih lima terbaik, yakni juara pertama, kedua, ketiga, harapan pertama, dan kedua. Mereka akan diproyeksikan menjadi duta lingkungan,” jelasnya saat mengunjungi Bank Sampah Mawar Baru, Kamis (5/11/2026).
Apresiasi terhadap kiprah Bank Sampah Mawar Baru juga disampaikan Wakil Camat Koja, Shalih Nopiansyar, yang hadir didampingi Sekretaris Kecamatan Koja, Adi Jaya Gumelar, Lurah Rawa Badak Utara, Ester Laura Kartini, serta jajaran terkait.
Menurut Shalih, inisiatif Ari Sulandari bersama warga merupakan contoh nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh dari tingkat paling dekat dengan masyarakat. Terlebih, pengelolaan sampah yang dilakukan tidak hanya berdampak terhadap kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan menghadirkan manfaat sosial.
“Kami sangat mengapresiasi semangat dan konsistensi Ibu Ari bersama warga dalam mengembangkan Bank Sampah Mawar Baru. Ini merupakan gerakan positif yang patut didukung karena mampu mengubah sampah menjadi sesuatu yang bernilai, sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Kami berharap inovasi ini terus berkembang, semakin banyak warga yang terlibat, dan dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lainnya di Kecamatan Koja,” tuturnya.
Ia juga berharap keikutsertaan Bank Sampah Mawar Baru dalam Lomba Pilah Olah Sampah Heroes 2026 dapat memberikan hasil terbaik sekaligus membawa nama baik Kecamatan Koja dan Jakarta Utara di tingkat Provinsi DKI Jakarta.
(Tto)

