Jakarta, suararepublik.id – Direktur Utama PT KAI (Persero), Bobby Rasyidin, buka suara setelah KPK menyita uang Rp2 miliar darinya terkait penyidikan kasus dugaan korupsi proyek digitalisasi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) PT Pertamina periode 2018-2023.
Bobby menyatakan sedih atas pemberitaan mengenai dirinya yang ramai beredar di media pada Jumat (6/11/2026). Ia juga menyebut pemberitaan itu tidak benar.
“Terkait ramainya pemberitaan hari ini di media tentang saya, saya sangat sedih dan menyatakan bahwa pemberitaan itu tidak benar,” ujar Bobby dalam keterangan tertulis.
Meski begitu, Bobby tidak menjelaskan spesifik pemberitaan yang dimaksud maupun menguraikan bagian informasi yang dinilainya tidak benar.
Bobby menyampaikan, saat kabar terkait penyitaan uang oleh KPK ramai, dirinya sedang melakukan inspeksi keselamatan di perlintasan sebidang di Yogyakarta, untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api jelang Natal dan Tahun Baru.
Sebelumnya, KPK mengonfirmasi penyitaan uang senilai Rp2 miliar dari Bobby dalam penyidikan kasus dugaan korupsi proyek digitalisasi SPBU Pertamina periode 2018-2023.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan uang tersebut disita dari Bobby yang berstatus sebagai saksi dalam perkara tersebut.
“Benar, dalam penyidikan perkara ini, salah satunya telah dilakukan penyitaan uang senilai Rp2 miliar, dari salah seorang saksi saudara BR,” kata Budi, Jumat (6/11/2026).
Sementara itu, Bobby sebelumnya pernah diperiksa KPK pada 14 Agustus 2025. Ketika itu, dia dimintai keterangan dalam kapasitasnya sebagai Direktur Utama PT Len Industri (Persero) periode 2021-2025.
Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan tiga tersangka yang berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan perangkat digitalisasi SPBU.
Ketiganya adalah mantan Direktur Enterprise and Business Service PT Telkom Indonesia, Dian Rachmawan; mantan Senior General Manager Strategic Sourcing Operation Procurement PT Telkom Indonesia, Weriza; serta Elvizar yang merupakan pemilik PT Pasifik Cipta Solusi sekaligus mantan petinggi PT Telkom.
(Red)

