Jakarta, suararepublik.id – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat memimpin Rapat Terbatas (Ratas) Gubernur Tingkat Kecamatan Penjaringan di Kantor Kecamatan Penjaringan, Jumat (6/11/2026).

Dalam rapat tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana mengembangkan kawasan mangrove di Jakarta Utara menjadi Kebun Raya Mangrove Jakarta.

Menurut Pramono, kawasan mangrove di Jakarta Utara memiliki kondisi yang cukup baik dan berpotensi dikembangkan menjadi kawasan konservasi serta pembelajaran lingkungan. Nantinya, fasilitas di kawasan tersebut akan diperbaiki agar dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengenal lebih jauh tanaman mangrove dan manfaatnya bagi lingkungan.

“Kita ingin memiliki Kebun Raya Mangrove Jakarta. Nantinya fasilitasnya kita perbaiki sehingga murid-murid kita yang ingin belajar tentang mangrove, belajar tentang tanaman, dan sebagainya tidak perlu ke mana-mana. Cukup datang ke Taman Mangrove atau Kebun Raya Mangrove Jakarta,” ujar Pramono.

Ia menjelaskan, luas kawasan mangrove di seluruh wilayah Jakarta mencapai sekitar 600 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 50 hektare berada di kawasan yang dibahas dalam rapat di wilayah Jakarta Utara.

Selain pengembangan Kebun Raya Mangrove, Pramono juga membahas sejumlah persoalan yang perlu segera ditangani di Kecamatan Penjaringan. Salah satunya penyelesaian pembangunan Jalan Layang Non-Tol PJB Muara Karang yang telah lama dinantikan masyarakat.

Pramono meminta agar pembangunan jalan layang tersebut segera diselesaikan dengan batas waktu maksimal tiga bulan. Keberadaan jalan layang itu diharapkan dapat membantu mengurangi kemacetan di sekitar kawasan Pluit.

“Saya sudah putuskan agar pembangunan itu diselesaikan dan memberikan batas waktu maksimal tiga bulan. Hal itu akan memberikan dampak signifikan terhadap kemacetan di sekitar Pluit,” katanya.

Persoalan tumpukan sampah di kawasan hutan kota juga menjadi perhatian. Pramono menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup untuk segera melakukan penanganan terhadap sampah yang diperkirakan mencapai lebih dari 3.000 ton.

Ia menargetkan persoalan tersebut dapat diselesaikan pada tahun ini.

Sementara itu, untuk mengatasi banjir rob yang kerap menggenangi Stadion Muara Kamal, Pramono meminta Dinas Pemuda dan Olahraga bersama Dinas Sumber Daya Air melakukan kajian terkait peninggian permukaan stadion. Penggunaan rumput sintetis juga menjadi salah satu pilihan agar kondisi lapangan tetap terjaga ketika terjadi genangan akibat air laut pasang.

Pembenahan kawasan Kalijodo turut dibahas dalam rapat tersebut. Pramono meminta agar revitalisasi kawasan tersebut diselesaikan dan menegaskan bahwa fasilitas milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus dapat dimanfaatkan masyarakat tanpa dikenakan biaya masuk.

Selain itu, ia menyetujui rencana pelebaran Jalan Teluk Gong Raya sepanjang kurang lebih satu kilometer. Dinas Bina Marga diminta melakukan perhitungan teknis untuk menindaklanjuti rencana tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Pramono menyampaikan perkembangan ekonomi Jakarta berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS). Pertumbuhan ekonomi Jakarta pada kuartal III 2026 mencapai 5,87 persen, meningkat dari kuartal sebelumnya sebesar 5,52 persen dan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,47 persen.

Sementara itu, inflasi Jakarta tercatat 2,52 persen, jumlah penduduk miskin berkurang sekitar 6.500 orang, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 85,05 menjadi 85,88.

 

(Tto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *