Kota BekasiSuararepublik.id – Kota Bekasi tercatat sebagai daerah dengan persentase pemuda yang tidak merokok tertinggi di Jawa Barat. Berdasarkan data Profil Pemuda 2025 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 83,10 persen pemuda di Kota Bekasi tercatat tidak merokok, Sabtu (8/8/2026).

Capaian tersebut menempatkan Kota Bekasi di peringkat pertama di Jawa Barat. Posisi berikutnya ditempati Kota Depok dengan persentase 78,85 persen dan Kota Cirebon sebesar 78,09 persen.

Pemerintah Kota Bekasi menyambut baik capaian tersebut. Namun, angka itu dinilai bukan semata-mata hasil dari satu kebijakan pemerintah, melainkan menjadi gambaran positif mengenai kondisi masyarakat sekaligus dorongan untuk terus menciptakan lingkungan yang mendukung pola hidup sehat.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, mempertahankan capaian tersebut menjadi tantangan yang tidak kalah penting dibandingkan meraih posisi pertama.

“Angka 83,10 persen ini tentu menggembirakan, tetapi bagi kami yang lebih penting adalah bagaimana angka ini bisa kita pertahankan bahkan ditingkatkan. Jangan sampai anak muda yang hari ini memilih tidak merokok justru mulai merokok karena pengaruh lingkungan,” ujar Tri.

Menurut Tri, perlindungan generasi muda dari kebiasaan merokok membutuhkan lingkungan yang aman serta tersedianya berbagai pilihan kegiatan positif.

Karena itu, Pemkot Bekasi terus mendorong pembangunan taman, ruang terbuka, fasilitas olahraga hingga pengembangan Sport City. Berbagai fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi anak muda untuk beraktivitas secara sehat dan produktif.

“Karena itu pembangunan taman, ruang terbuka, fasilitas olahraga dan pengembangan Sport City terus kami dorong. Anak muda harus punya tempat untuk berkumpul, berolahraga dan berkegiatan secara positif,” tambahnya.

Selain memperbanyak ruang aktivitas, Pemkot Bekasi juga memperkuat penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR), terutama di tempat-tempat yang banyak digunakan dan menjadi ruang interaksi anak serta remaja.

“Kami ingin ruang publik di Kota Bekasi semakin nyaman untuk semua, terutama anak-anak. Karena itu sekolah dan fasilitas publik terus kami perkuat pengawasannya sebagai kawasan tanpa rokok,” ucap Tri.

Tri menilai, edukasi mengenai bahaya rokok juga harus menyesuaikan perkembangan perilaku dan gaya hidup generasi muda. Menurutnya, sosialisasi tidak cukup hanya membahas rokok konvensional, tetapi juga perlu menyasar penggunaan rokok elektronik atau vape.

“Edukasi tentang bahaya merokok tidak boleh berhenti pada rokok konvensional, tetapi juga menyentuh penggunaan rokok elektronik atau vape yang semakin dekat dengan anak muda,” katanya.

Ia menegaskan, menjaga generasi muda agar tetap hidup sehat membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Keluarga, sekolah, pemerintah dan lingkungan sekitar dinilai memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan positif anak-anak dan remaja.

“Pemerintah bisa membuat aturan dan menyediakan fasilitas, tetapi kesadaran masyarakat juga diperlukan. Karena itu mari kita jaga bersama agar pilihan hidup sehat semakin mudah bagi anak-anak dan generasi muda kita,” ungkapnya.

Pemkot Bekasi berharap capaian 83,10 persen tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat budaya hidup sehat sekaligus menjaga generasi muda agar semakin jauh dari kebiasaan merokok.

“Harapannya tentu adalah anak-anak dan generasi muda Kota Bekasi tumbuh di lingkungan yang semakin sehat dan semakin jauh dari asap rokok,” pungkas Tri.

 

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *