Tangerang, Suararepublik.id – Samsat Ciledug memblokir data kendaraan mewah McLaren 570S Coupe tahun 2019 yang tercatat menunggak pajak hingga Rp 137 juta. Langkah tersebut diambil setelah petugas menemukan dugaan ketidaksesuaian antara identitas yang tercantum sebagai pemilik kendaraan dan profil orang yang bersangkutan.
Mobil tersebut diduga menggunakan identitas Yudariansyah, seorang mekanik yang tinggal di Kampung Sawah Dalam, Kelurahan Panunggangan Utara, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten. Kendaraan itu diketahui memiliki tunggakan pajak selama dua tahun.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Samsat Ciledug, Idam Kholid, mengatakan pihaknya telah melakukan konfirmasi sekaligus pemeriksaan langsung ke tempat tinggal Yudariansyah untuk memastikan kebenaran data tersebut.
Hasil pengecekan menunjukkan bahwa Yudariansyah, yang sehari-hari bekerja sebagai mekanik dan tinggal di kawasan permukiman, tidak memiliki mobil McLaren sebagaimana tercatat dalam data kendaraan.
“Kita datangin untuk memastikan itu dan membantu si Bang Yuda ini. Jangan sampai datanya ini apa namanya, dipakai orang lain. Kita blokir lah, datanya,” kata Idam dalam keterangannya, Senin (26/10/2026).
Idam menjelaskan, pemblokiran dilakukan untuk melindungi Yudariansyah dari potensi kerugian akibat penggunaan identitasnya oleh pihak lain. Dengan langkah tersebut, Yudariansyah tidak lagi dibebani tanggungan pajak kendaraan yang diduga bukan miliknya.
Menurut dia, langkah antisipasi perlu dilakukan agar persoalan tunggakan pajak tersebut tidak berimbas kepada orang yang namanya tercantum dalam administrasi kendaraan.
“Jangan sampai nanti mobil ini karena disalahgunakan oleh pemilik aslinya itu, nanti yang kena Bang Yuda. Kasihan,” ucapnya.
Idam juga menyoroti kondisi lingkungan tempat tinggal Yudariansyah yang dinilai tidak sesuai dengan karakteristik kendaraan mewah tersebut. Jalan menuju rumahnya berupa gang sempit yang hanya dapat dilalui satu mobil, dengan permukaan jalan dari conblock yang kondisinya rusak.
“Mobil mau masuk gang aja susah. Bisanya cuma satu mobil. Jalannya rusak, cuma conblock. Kan kalau mobil mewah begitu, nggak mungkin lah, masa mobil jalannya di conblock, nggak mungkin mau, lecet mobilnya,” katanya.
Selain kondisi jalan, Idam menyebut tempat tinggal Yudariansyah juga jauh dari kesan mewah. Mekanik tersebut diketahui tinggal bersama kedua orang tuanya dan anggota keluarga lainnya.
“Dia tinggal tuh sama emak bapaknya, sama keluarganya. Gitu. Terus sama motor-motornya,” katanya.
Pemblokiran data kendaraan tersebut menjadi langkah Samsat Ciledug untuk mencegah dugaan penyalahgunaan identitas dalam administrasi kendaraan bermotor. Meski demikian, dugaan pencatutan identitas tersebut perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan pihak yang sebenarnya bertanggung jawab atas kepemilikan kendaraan dan tunggakan pajaknya.
(Ris)

