Jakarta, Suararepublik.id – Lembaga Riset Keamanan Siber Indonesia (CISSReC) menemukan 71 situs pemerintah Indonesia teridentifikasi rentan terhadap celah keamanan siber berbahaya bernama PHP2Shell.
Jika berhasil dieksploitasi, celah ini memungkinkan penyerang menjalankan kode dari jarak jauh di server tanpa harus melewati proses autentikasi.
PHP merupakan bahasa pemrograman yang digunakan untuk membangun dan menjalankan berbagai situs web. Teknologi ini digunakan oleh sistem manajemen konten seperti WordPress dan Joomla, serta framework seperti CodeIgniter dan Laravel.
PHP2Shell merujuk pada dua celah keamanan kritis, yakni CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619. Namun, penggunaan PHP saja tidak otomatis membuat sebuah situs rentan terhadap PHP2Shell.
“Sebagian besar situs kementerian, pemerintah daerah, pengadilan negeri, kejaksaan negeri, dan komisi pemilihan dibangun dengan WordPress, Joomla, atau framework PHP seperti CodeIgniter dan Laravel,” tulis CISSReC, Jumat (23/10/2026).
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), tetapi belum memperoleh tanggapan.
Menurut laporan Reuters, celah keamanan tersebut ditemukan secara independen oleh peneliti dari perusahaan keamanan siber Calif dan Wiz pada Agustus lalu. Kemudian pada 21 Oktober, tim pengembang PHP merilis pembaruan keamanan untuk menutup kedua celah tersebut dan mendesak pengguna segera memperbarui sistem mereka.
Peringatan keamanan ini mendorong sejumlah negara mengambil langkah pencegahan. Pemerintah Belanda, misalnya, menonaktifkan sementara sejumlah situs pemerintah. Sejumlah situs layanan publik di Jerman, Prancis, Belgia, Finlandia, dan Republik Ceko juga dilaporkan ditutup sementara untuk mengurangi risiko.
Sumber: Katadata

