Jakarta, Suararepublik.id – Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh. Jumhur Hidayat mengatakan, Indonesia saat ini sedang mempersiapkan beberapa paket unit perdagangan karbon.
Hal itu disampaikannya dalam acara Indonesia Net-Zero Summit 2026 di Jakarta, Sabtu (1/8/2026). Acara ini turut dihadiri Mantan Menlu RI Retno Marsudi, Mantan Dubes RI untuk AS Dino Patti Djalal, dan Utusan Perubahan Iklim Tiongkok Liu Zhenmin.
“Ada hal menarik sekarang, sudah ada beberapa investor yang menyatakan berminat menanamkan investasinya dalam pembangunan dalam rangka memulihkan lingkungan,” kata Menteri Jumhur.
Menurutnya, minat investor tersebut menunjukkan adanya perubahan paradigma pembangunan global.
“Kini paradigma yang berkembang bukan lagi pembangunan yang hanya fokus pertumbuhan dengan merusak lingkungan tapi pembangunan dengan pemulihan lingkungan,” ujarnya.
Indonesia Tambah Pilar “Prosperity” dalam Aksi Iklim
Jumhur menjelaskan, dalam aksi iklim global biasanya ada 2 hal yang dilakukan yaitu mitigasi dan adaptasi.
Mitigasi bertujuan agar perubahan iklim tidak mencelakakan masyarakat. Sementara adaptasi memastikan masyarakat mampu bertahan dan tidak tertinggal akibat perubahan iklim.
Namun Indonesia menambahkan satu pilar lagi, yaitu prosperity atau kesejahteraan.
“Contoh, ada perdagangan karbon, itu jumlahnya besar sekali. Saya maunya dari perdagangan karbon yang jumlahnya puluhan ribu triliun rupiah itu tidak hanya dinikmati oleh spekulan atau pedagang-pedagang karbon tapi harus dinikmati rakyat,” kata Jumhur.
Ia menekankan, benefit sharing atau pembagian manfaat harus paling besar dinikmati masyarakat tapak, lokal, dan adat di lokasi proyek karbon.
“Harus dipastikan warga di lokasi tempat kegiatan perdagangan karbon terjadi peningkatan kesejahteraan yang lebih baik ketimbang sebelumnya,” tegasnya.
Selain itu, masyarakat juga harus dibekali kemampuan mengelola uang hasil perdagangan karbon.
“Mungkin dengan cara melakukan pembinaan UMKM. Harus dipersiapkan hal itu, agar jangan sampai masyarakat dapat duit banyak tapi habis begitu saja,” pungkas Menteri Lingkungan Hidup Moh. Jumhur Hidayat.
(Ida)

