Jakarta, Suararepublik.id – Dialog publik bertema “Meneguhkan Potensi dan Peran Serta Pemuda Jakarta Utara Menyongsong 5 Abad Jakarta” yang diikuti 100 peserta dari berbagai organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) dan komunitas kepemudaan di Ruang Fatahillah, Kantor Wali Kota Kota Administrasi Jakarta Utara, Rabu (28/10/2026).

Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk merefleksikan kembali makna persatuan sekaligus memperkuat peran mereka dalam menentukan arah pembangunan Jakarta Utara. Dialog ini diharapkan tidak berhenti sebagai forum bertukar pandangan, tetapi berkembang menjadi titik awal lahirnya gagasan dan gerakan nyata bagi masyarakat.

Kepala Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Administrasi Jakarta Utara, Reza Phahlevi, mengatakan, semangat Sumpah Pemuda perlu diterjemahkan dalam tindakan yang relevan dengan tantangan zaman. Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia generasi muda menjadi salah satu modal penting dalam menyongsong lima abad Jakarta.

“Menyongsong lima abad Jakarta bukan sekadar berbicara tentang pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga kesiapan pemuda menjadi pelaku perubahan. Pemuda harus berpikir kritis, kreatif, dan berani berinovasi,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemuda memiliki peran penting dalam menjaga kohesi sosial di tengah keberagaman masyarakat. Karena itu, generasi muda diharapkan mampu memperkuat persatuan, menolak intoleransi dan ujaran kebencian, meningkatkan partisipasi dalam pembangunan daerah, serta memperkokoh wawasan kebangsaan agar tidak mudah terpengaruh berita bohong di era digital.

“Pemerintah membutuhkan gagasan dan energi generasi muda. Masa depan kota ini turut ditentukan oleh kontribusi nyata pemuda hari ini,” tambahnya.

Menurut Iwan salah satu peserta mengucapkan,” bahwa Jakarta Utara memiliki beragam potensi yang dapat menjadi kekuatan pembangunan, mulai dari karakter masyarakatnya yang majemuk, dinamika sosial dan ekonomi, hingga potensi generasi mudanya. Potensi tersebut perlu dirawat dan dikembangkan agar kehadiran organisasi kepemudaan benar-benar dirasakan melalui kontribusi nyata.

Ia berharap pemuda Jakarta Utara tidak hanya dikenal karena banyaknya organisasi atau lantangnya menyampaikan kritik, tetapi juga karena kemampuan menghadirkan gagasan, menawarkan solusi, dan mengambil bagian dalam menjawab persoalan masyarakat.

Lebih jauh, Iwan menyampaikan harapan agar semangat persatuan pemuda dapat diwujudkan dalam sebuah warisan yang mempererat kebersamaan lintas organisasi dan komunitas. Baginya, warisan tersebut bukan semata-mata simbol, melainkan nilai persahabatan, persaudaraan, dan kolaborasi yang terus hidup lintas generasi.

 

(Tto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *