Jakarta, suararepublik.id – Majelis Taklim (MT) Nur Syafekah Hanum yang mewakili Jakarta Selatan berhasil meraih peringkat pertama dalam Lomba Majelis Taklim Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026. Prestasi tersebut menjadi bentuk apresiasi atas keberhasilan majelis taklim dalam mengembangkan program pembinaan keagamaan, kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, hingga inovasi dakwah berbasis digital.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara Ceremony Penyerahan Hadiah Lomba Majelis Taklim Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026 yang diselenggarakan Forum Komunikasi Majelis Ta’lim (FKMT) Provinsi DKI Jakarta, Jumat (6/11/2026), di Ruang M.H. Thamrin, Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan pengurus majelis taklim dari berbagai wilayah di Jakarta yang turut berpartisipasi dalam perlombaan.
MT Nur Syafekah Hanum tampil dengan program unggulan bertajuk SULTAN DIGITAL, singkatan dari Sinergi Umat, Layanan Total, Aksi Nyata, dan Digital. Program ini mengedepankan pembinaan jamaah lintas usia, kepedulian sosial, kolaborasi dengan perangkat daerah, serta pengembangan perpustakaan digital untuk mendukung gerakan literasi.
Dalam kesempatan tersebut, MT Nur Syafekah Hanum diwakili sejumlah pengurus, di antaranya Ketua Yayasan Nur Syafekah Hanum, Ustaz Dr. KH. Taufiq Abdillah Syukur, Lc., MA; Ketua Majelis Taklim, Ummi Dra. Hj. Mahyanah; serta Hj. Yayah Robiatul Adwiyah, M.Pd., selaku penyusun buku Merajut Dakwah Membangun Umat.
Turut hadir pembina majelis taklim, Hj. Puspasari Dewi, S.H., M.Kn., bersama putranya, Muhammad Arbani, S.H., M.Kn., LL.M. Keluarga tersebut turut memberikan dukungan dengan mewakafkan rumah untuk dimanfaatkan sebagai tempat kegiatan MT Nur Syafekah Hanum.
Hj. Yayah Robiatul Adwiyah menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia juga mengapresiasi kontribusi Hj. Puspasari Dewi yang telah mewakafkan sebagian tanahnya untuk mendukung keberlangsungan kegiatan majelis taklim.
“Pertama-tama kami mengucapkan puji dan syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kemudian, kami juga menyampaikan terima kasih kepada muwakif, Ibu Hajah Puspasari Dewi, yang telah memberikan sebagian tanahnya untuk bisa dimanfaatkan bagi Majelis Taklim kami,” ujar Yayah.
Menurutnya, keberhasilan meraih juara pertama tidak terlepas dari sejumlah aspek penilaian, terutama pengelolaan organisasi, keberagaman kegiatan, serta kemampuan majelis taklim membangun sinergi dengan pemerintah daerah.
“Alhamdulillah, hari ini kami mendapatkan peringkat pertama. Hasil penilaian ini mencakup beberapa aspek. Pertama, bidang organisasi. Alhamdulillah, kami sudah mendapatkan sertifikat wakaf, dan proses untuk mendapatkannya memang tidak mudah,” jelasnya.
Ia melanjutkan, MT Nur Syafekah Hanum tidak hanya berfokus pada kegiatan pengajian, tetapi juga menjalankan berbagai program sosial dan pemberdayaan untuk mendorong kemandirian jamaah.
“Kedua, kami memiliki banyak kegiatan. Jadi, bukan hanya pengajian, tetapi juga ada kegiatan sosial, kemandirian majelis taklim, serta berbagai aktivitas lainnya yang memberikan dampak bagi masyarakat,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga aktif menjalin kerja sama dengan sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan.
“Kami memiliki fasilitas dan kesempatan untuk bersinergi dengan wali kota serta beberapa suku dinas, di antaranya Sudin PPAPP, bidang kebersihan dan pengelolaan sampah, serta instansi lainnya,” tambah Yayah.
Ia menjelaskan, SULTAN DIGITAL menjadi identitas sekaligus landasan pengembangan program MT Nur Syafekah Hanum dalam memberikan pelayanan kepada umat.
Huruf S dalam SULTAN mengandung makna Sinergi untuk Umat, yakni membangun kerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun nonpemerintah.
Sementara itu, unsur Layanan Total diwujudkan melalui pelayanan yang mencakup kebutuhan spiritual, kegiatan pengajian, sosial, hingga penguatan kemandirian jamaah.
Adapun Aksi Nyata menjadi komitmen majelis taklim untuk menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya jamaah di sekitar lingkungan majelis taklim.
Sedangkan unsur Digital diwujudkan melalui pemanfaatan teknologi dan media sosial sebagai sarana dakwah. MT Nur Syafekah Hanum telah mengembangkan website serta berbagai platform media sosial agar pesan-pesan keagamaan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
“Kami berusaha agar dakwah tidak hanya dilakukan secara lisan, tetapi juga melalui media sosial. Dengan begitu, jangkauan dakwah bisa semakin luas dan memberikan manfaat bagi umat,” tutur Yayah.
Menutup keterangannya, Yayah kembali menyampaikan apresiasi kepada Hj. Puspasari Dewi dan keluarga atas dukungan serta wakaf yang diberikan untuk menunjang aktivitas majelis taklim.
“Semoga apa yang kami lakukan dapat bermanfaat untuk umat. Terima kasih kepada Ibu Hajah Puspa dan keluarga. Semoga semua yang diberikan menjadi manfaat bagi banyak orang. Alhamdulillah,” katanya.
Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi seluruh pengurus MT Nur Syafekah Hanum sekaligus peserta lomba yang hadir dalam acara penghargaan tersebut.
Melalui kegiatan ini, FKMT Provinsi DKI Jakarta berharap perlombaan tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman, memperluas wawasan, dan meningkatkan kualitas pengelolaan majelis taklim.
Perlombaan adalah ajang fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan). Siapa pun yang pulang membawa ilmu dan semangat baru, dialah pemenang sejati
(Ris)

