Jakarta, Suararepublik.id – Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Deddy Sitorus, memprediksi peluang gagal total Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih bisa melampaui 90 persen. Penilaian itu ia lontarkan kepada awak media pada Sabtu (17/10/2026).

Legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Utara tersebut menilai program ini justru berisiko membebani negara selama bertahun-tahun. Menurutnya, Kopdes keliru sejak awal karena lahir dari kebijakan dari atas (top-down), bukan dari prakarsa warga desa.

Deddy juga menyoroti pola pembangunan yang memakai template seragam di seluruh Indonesia tanpa model bisnis jelas yang sesuai kebutuhan lokal.

Kritik Deddy turut mengarah pada sumber dana dan lahan proyek. Ia menuding modal Kopdes didapat dengan cara yang ia sebut sebagai perampokan terhadap Dana Desa, padahal dana itu diperlukan warga untuk membangun infrastruktur desa, sementara anggaran APBN lewat kementerian serta bank pelat merah juga ikut tersedot.

Lahan koperasi pun dinilainya mencaplok tanah desa tanpa mempertimbangkan kelayakan lokasi dan desain. Ia membandingkannya dengan gerai Alfamart atau Indomaret yang cukup bermodal Rp500 juta, tetapi cepat membuka lapangan kerja dan mendatangkan untung.

“Saya khawatir di tahun-tahun mendatang akan banyak orang yang harus berhadapan dengan hukum karena pelaksanaan proyek ini yang cenderung sembrono,” ujarnya.

Deddy pun mendesak pemerintah mengevaluasi program secara total dan menahan diri dari ambisi mendirikan puluhan ribu gerai secara kilat. Meski demikian, angka kegagalan 90 persen itu merupakan perkiraan Deddy dan belum menjadi kesimpulan resmi atas program tersebut.

 

(Tto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *