Tangerang Selatan,Suararepublik.id-Kegiatan Program unggulan “Nyaba Kampung” di wilayah Kedaung, di jln Tabanas Ujung Kelurahan Kedaung Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, dipimpin langsung Camat Pamulang H. Mamat, SE., MM. bergerak cepat menjalankan tugasnya dengan turun langsung ke lapangan melalui program “Nyaba Kampung”. Kegiatan tersebut, pada hari Jumat (31/07/2026).

Program “Nyaba Kampung” menjadi salah satu kegiatan rutin di wilayah kecamatan Pamulang, H. Mamat dalam kegiatan ini untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dengan menyerap aspirasi warga sekaligus melakukan pemantauan terhadap sejumlah titik yang menimbulkan potensi banjir.

Dalam kegiatan tersebut, H. Mamat didampingi Sekretaris Kecamatan Pamulang H. Ade Heri, Lurah Kedaung Darwin Sopian, S.Sos, Sekretaris Kelurahan Kedaung H. Sukarman, S.Sos. / H. Karman, jajaran Trantib Kecamatan Pamulang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kecamatan Pamulang, DSDABMBK Kota Tangerang Selatan, Ketua RW/RT setempat, Kader Posyandu, serta tokoh masyarakat.

Ia mengatakan, program “Nyaba Kampung” merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kecamatan Pamulang untuk hadir langsung di tengah masyarakat, mendengar berbagai persoalan yang dihadapi warga, serta mencari solusi secara cepat dan tepat.

Selain berdialog dengan masyarakat, rombongan juga melakukan mitigasi di sepanjang aliran Kali Tabanas Ujung Kedaung, yang selama ini menjadi salah satu titik yang perlu mendapat perhatian terkait potensi banjir.

“Setelah kerja bakti, dan duduk bersama dengan warga berdiskusi. Dari situ kami bisa mengetahui kebutuhan, usulan, prioritas masyarakat,” tuturnya.

Mamat mengungkapkan, saat memimpin Kecamatan Ciputat dirinya menangani 105 RW dan 566 RT. Sementara di Kecamatan Pamulang terdapat 157 RW dengan sekitar 824 RT, memperkirakan dibutuhkan waktu sekitar tiga setengah tahun untuk mengunjungi seluruh RW apabila program dilakukan secara rutin setiap semingu sekali.

Menariknya, ia tidak hanya melakukan peninjauan. Ia turut turun langsung membersihkan aliran sungai yang tersumbat oleh sampah dan material lain bersama aparat pemerintah serta warga setempat. Aksi tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat karena menunjukkan kepedulian dan semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan.

Kegiatan ini juga menjadi upaya awal Pemerintah Kecamatan Pamulang dalam mengidentifikasi penyebab tersendatnya aliran air sekaligus menyusun langkah-langkah penanganan bersama instansi terkait agar risiko banjir dapat diminimalkan, terutama saat musim hujan.

Melalui program “Nyaba Kampung”, Pemerintah Kecamatan Pamulang berharap komunikasi antara pemerintah dan masyarakat semakin erat, sehingga setiap persoalan di lingkungan dapat segera ditindaklanjuti demi menciptakan wilayah yang lebih aman, bersih, dan nyaman bagi seluruh warga khususnya kecamatan Pamulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *