Sukabumi, Suararepublik.id – Puluhan buruh tani dan tambang rakyat di Surade memilih menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan setelah mengikuti edukasi jaminan sosial tenaga kerja. Kegiatan tersebut digelar di Kampung Cidadap, Desa Jagamukti, baru-baru ini, Kamis (3/9/2026).
Mereka menyadari risiko kecelakaan kerja bisa membuat mereka berhenti mencari nafkah. Jika hal itu terjadi, bukan hanya diri mereka yang terdampak, tetapi juga keluarga di rumah.
Acara yang digagas Perkumpulan Pekerja Indonesia (PPI), Persaudaraan Pekerja Truk Indonesia Nusantara (PPTI), dan tokoh masyarakat setempat itu juga dihadiri Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Ujang Romli. Dalam kegiatan tersebut dilakukan penyerahan secara simbolis manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan kartu KPJ kepada peserta baru.
“Sehari-hari kami bekerja untuk mencari nafkah. Kalau terjadi apa-apa pada diri kami dan tidak bisa kerja, keluarga di rumah juga ikut kena. Makanya, kami butuh perlindungan,” kata Nandang dari PPTI.
Antusiasme tersebut menunjukkan kebutuhan perlindungan di kalangan pekerja lapangan cukup nyata. Namun, menurut AIS dari PPI, kepesertaan baru ini juga menjadi tugas baru bagi BPJS Ketenagakerjaan.
“Kepesertaan adalah awal perlindungan. Tantangannya memastikan manfaat benar-benar hadir ketika pekerja menghadapi risiko,” ujar AIS.
Pesan tersebut mendapat perhatian dari Ujang Romli. Ia menegaskan setiap pekerja yang sudah menjadi peserta berhak mendapatkan perlindungan dan pelayanan terbaik.
“Kepercayaan yang telah diberikan harus dijawab dengan memastikan hak peserta terpenuhi,” kata Ujang Romli.
Di sinilah Surade menghadirkan PR baru bagi BPJS Ketenagakerjaan. Menambah peserta memang penting, tetapi pekerjaan selanjutnya adalah memastikan mereka memahami manfaat dan memperoleh hak ketika risiko benar-benar terjadi. Sebab bagi pekerja, jaminan sosial baru berarti ketika perlindungan hadir pada saat mereka paling membutuhkan.
(Ida)

