JakartaSuararepublik.id – Puluhan ribu jamaah Majelis Nurul Musthofa memadati Lapangan Monumen Nasional (Monas), Sabtu malam (22/8/2026), dalam acara Jakarta Bersholawat. Hadir pula perwakilan Pemprov DKI Jakarta yaitu Walikota Jakarta Pusat, dalam momentum yang mempertemukan majelis, pemerintah, dan pemuda di jantung ibu kota.

Al-Habib Athos Abdullah bin Al-Habib Hasan bin Ja’far Assegaf yang memimpin Jakarta Bersholawat menegaskan pesan khusus di dalam tausiahnya berkaitan denganInstruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung , memilah sampah bukan hanya taat aturan, tetapi juga menjalankan perintah agama.

“Ketika Bapak Gubernur mewajibkan warga memilah sampah, sesungguhnya beliau sedang mengembalikan Jakarta kepada tuntunan Rasulullah Alaihi Wasallam yang sudah 14 abad silam mengajarkan bahwa kebersihan adalah setengah dari iman,” ujar Habib Athos.

Ia mengutip sejumlah dalil, di antaranya Hadits HR. Muslim “Ath-thuhuuru syathrul iimaan” Kebersihan adalah sebagian dari iman. HR. Tirmidzi: “Innallaaha thayyibun yuhibbuth thayyib, nazhiifun yuhibbun nazhaafah” yang artinya ” Sesungguhnya Allah bersih dan menyukai kebersihan.

Habib Athos juga menyitir QS Al-Baqarah ayat 222 tentang orang yang mensucikan diri, dan QS Ar-Rum ayat 41 tentang kerusakan di darat dan laut akibat perbuatan manusia.

“Banjir Jakarta, got mampet, laut Ancol penuh sampah plastik, itu bukan takdir dari langit. Itu adalah fasad yang lahir dari tangan kita sendiri. Baginda Nabi Shalallahu alaihi wasallam menyebut menyingkirkan gangguan dari jalan sebagai sedekah. Bayangkan, sedekah itu tidak harus dengan uang, cukup dengan memungut sampah,” tegasnya.

Seruan Jaga Kebersihan Monas

Di akhir tausiyah, Habib Athos menyampaikan permintaan khusus kepada jamaah.

“Ya akhi, ya habibi. Nanti setelah acara selesai, mohon jangan tinggalkan satu pun sampah di lapangan ini. Botol air, bungkus makanan, plastik, tolong dibawa pulang atau dibuang ke tempatnya. Kalau bisa dipilah, pilah. Kita datang bersholawat kepada Baginda Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wasallam , jangan sampai pulang meninggalkan kotoran di halaman ibu kota. Anak Betawi, anak Jakarta, pecinta Rasulullah, harus jadi contoh,” serunya.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk Jakarta dan Indonesia, agar diberi keberkahan, keamanan, dan dijauhkan dari mara bahaya. Doa juga dipanjatkan untuk saudara di NTT dan Kalimantan agar diberi ketabahan dan segera pulih.

Majelis Nurul Musthofa menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan pilah sampah Pemprov Jakarta, karena dinilai selaras dengan ajaran Nabi Sholallahu Alaihi Wasallam.

 

(Ida)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *