JakartaSuararepublik.id – Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan pemerintah terus memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan kesejahteraan guru dan pengembangan pendidikan keagamaan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menaikkan tunjangan profesi guru di lingkungan Kementerian Agama hingga 700 persen, yang disebut sebagai kenaikan tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Nasaruddin saat menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026). Menurutnya, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Peningkatan kompetensi guru melalui pendidikan profesi guru (PPG) dan pemberian hak melalui tunjangan profesi guru telah mengalami kenaikan 700 persen, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia,” kata Nasaruddin.

Selain meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik, pemerintah juga memperluas akses pendidikan bagi peserta didik di bawah naungan Kementerian Agama. Hingga saat ini, sebanyak 5,1 juta siswa telah menerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP), sedangkan 289.295 mahasiswa perguruan tinggi keagamaan memperoleh bantuan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Nasaruddin menjelaskan pemerintah juga terus memberikan beasiswa kepada putra-putri Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Eropa, dan kawasan Timur Tengah. Para penerima beasiswa diharapkan menjadi generasi penerus yang mampu mengembangkan nilai-nilai moderasi beragama di tingkat nasional maupun internasional.

Di sisi infrastruktur pendidikan, Kementerian Agama telah merevitalisasi 556 madrasah dan sekolah keagamaan. Selain itu, pemerintah membangun 352 madrasah baru serta 34 perguruan tinggi keagamaan negeri guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Transformasi pendidikan juga dilakukan melalui pemanfaatan teknologi. Kementerian Agama telah mendistribusikan 2.180 papan interaktif digital ke 551 madrasah sebagai bagian dari upaya memperkuat proses pembelajaran berbasis digital.

Nasaruddin menegaskan, seluruh program tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk membangun kualitas manusia Indonesia. Menurutnya, berbagai capaian yang telah diraih menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Bagi kami, seluruh capaian itu bukanlah garis akhir, melainkan amanat untuk terus meningkatkan pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara,” ujar Nasaruddin.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *