Kota BekasiSuararepublik.id – Kota Bekasi kembali menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Jawa Barat. Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) Kenanga RW 08, Kelurahan Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, berhasil meraih Juara 1 Kampung Keluarga Berkualitas Tingkat Provinsi Jawa Barat. Atas capaian tersebut, Kota Bekasi dipercaya menjadi wakil Provinsi Jawa Barat dalam ajang penilaian Kampung Keluarga Berkualitas tingkat nasional.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengapresiasi seluruh warga, pengurus Kampung KB Kenanga, serta berbagai pihak yang telah bersinergi hingga mampu mengantarkan Kota Bekasi meraih prestasi tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat mampu menciptakan lingkungan yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing.

“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Kota Bekasi. Namun yang lebih penting, kita harus mempersiapkan diri menghadapi penilaian tingkat nasional. Ini bukan hanya membawa nama Kampung KB Kenanga, tetapi juga membawa nama baik Kota Bekasi,” ujar Tri Adhianto.

Tri menegaskan, penilaian Kampung Keluarga Berkualitas tidak hanya berfokus pada kebersihan dan penataan lingkungan, tetapi juga melihat kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya bagi perempuan, anak, dan keluarga. Menurutnya, lingkungan yang sehat akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Ketika lingkungan bersih dan sehat, pelayanan kepada anak-anak berjalan dengan baik, maka kualitas hidup masyarakat juga meningkat. Hal itu tercermin dari capaian Indeks Pembangunan Manusia Kota Bekasi yang terus menunjukkan hasil positif dan menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia,” katanya.

Untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini, Pemerintah Kota Bekasi juga terus mengembangkan fasilitas pendidikan dan literasi. Salah satunya melalui pembangunan Perpustakaan Daerah di wilayah Bekasi Barat yang akan dilengkapi studio edukasi interaktif berteknologi 4 hingga 6 dimensi sebagai sarana pembelajaran yang inovatif bagi anak-anak.

Tri menilai keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai tanpa keterlibatan aktif masyarakat. Pemerintah, kata dia, hanya berperan sebagai fasilitator, sementara masyarakat menjadi penggerak utama dalam setiap proses pembangunan.

“Pembangunan tidak mungkin berhasil tanpa kolaborasi. Pemerintah Kota memfasilitasi, tetapi masyarakatlah yang menjadi penggerak utama. Warga harus menjadi subjek pembangunan yang bersama-sama merencanakan, melaksanakan, hingga menjaga hasil pembangunan di lingkungannya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Tri juga mengingatkan agar Program RW Bekasi Keren yang didukung anggaran sebesar Rp100 juta per RW dimanfaatkan secara maksimal sesuai kebutuhan masyarakat. Ia menekankan pentingnya transparansi serta akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran, termasuk penyusunan laporan pertanggungjawaban sesuai aturan yang berlaku.

“Anggaran yang diberikan merupakan bentuk kepercayaan pemerintah kepada masyarakat. Karena itu harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, tepat sasaran, dan dipertanggungjawabkan dengan baik karena menggunakan keuangan negara,” tegasnya.

Selain mempertahankan prestasi yang telah diraih, Wali Kota juga mendorong masyarakat untuk terus memperkuat berbagai program pemberdayaan, seperti pengelolaan bank sampah, peningkatan kualitas lingkungan, dan optimalisasi sarana prasarana yang tersedia.

“Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh warga. Mari kita pertahankan bahkan tingkatkan kualitas lingkungan, memperkuat pengelolaan bank sampah, serta menjaga semangat gotong royong agar Kota Bekasi semakin maju dan siap bersaing di tingkat nasional,” pungkas Tri Adhianto.

 

(Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *