Kota Bekasi, Suararepublik.id – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe meresmikan UP Padel yang berkolaborasi dengan Malaka Toast di Kota Bekasi. Kehadiran usaha yang memadukan fasilitas olahraga dan bisnis kuliner ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat daya tarik investasi di Kota Bekasi.
Peresmian tersebut menjadi salah satu bentuk berkembangnya peluang usaha di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat perkotaan terhadap fasilitas olahraga, rekreasi, dan kuliner. Kolaborasi kedua sektor ini juga dinilai dapat menciptakan ruang bisnis baru yang mengikuti tren gaya hidup masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kota Bekasi menegaskan komitmennya untuk membangun iklim investasi yang aman, nyaman, dan kondusif. Upaya tersebut dilakukan melalui kepastian hukum, penyederhanaan pelayanan, serta peningkatan kualitas layanan publik bagi para pelaku usaha.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, kepastian hukum menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan investor agar bersedia menanamkan modal dan mengembangkan usahanya di Kota Bekasi.
“Saya berharap para investor mendapatkan payung hukum yang terbaik, sehingga mereka merasa nyaman dan aman dalam berinvestasi serta mengembangkan usahanya di Kota Bekasi,” ujar Tri, Sabtu (24/10/2026).
Menurutnya, potensi ekonomi Kota Bekasi perlu terus dikembangkan melalui kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta. Dukungan terhadap investasi diharapkan tidak hanya memperluas aktivitas bisnis, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Tri juga menyampaikan bahwa Kota Bekasi berada di peringkat keempat di Jawa Barat dalam capaian investasi. Posisi tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan mempertahankan kepercayaan para investor.
Ia menilai, persaingan antardaerah dalam menarik investasi perlu diimbangi dengan regulasi yang jelas dan pelayanan yang efektif. Dengan demikian, pelaku usaha dapat menjalankan kegiatan bisnis secara optimal serta memiliki kepastian dalam merencanakan pengembangan usahanya.
Selain menyoroti perkembangan investasi, Tri turut membahas persiapan Kota Bekasi sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat ke-15 yang dijadwalkan berlangsung pada 7-20 November 2026.
Ajang olahraga tingkat provinsi tersebut diperkirakan melibatkan sekitar 10.000 atlet dari berbagai daerah di Jawa Barat. Persiapan penyelenggaraan Porprov pun membutuhkan koordinasi, perencanaan, dan komitmen dari berbagai pihak agar dapat berjalan dengan baik.
Tri mengatakan, keberhasilan dalam olahraga maupun dunia usaha sama-sama membutuhkan proses panjang dan kerja keras. Menurutnya, hasil yang baik tidak bisa diperoleh secara instan, melainkan melalui kedisiplinan dan konsistensi dalam menjalankan setiap tahapan.
“Dalam olahraga, kemenangan adalah bonus dari proses panjang yang penuh kerja keras. Begitu pula dalam membangun usaha. Dibutuhkan kerja keras, disiplin, tanggung jawab, dan kejujuran agar usaha dapat terus berkembang dan semakin maju,” ungkapnya.
Peresmian UP Padel yang bekerja sama dengan Malaka Toast diharapkan menjadi bagian dari perkembangan sektor usaha di Kota Bekasi. Kolaborasi olahraga dan kuliner tersebut juga berpotensi memperkaya pilihan fasilitas rekreasi bagi masyarakat sekaligus memperluas peluang pengembangan bisnis.
Pertumbuhan usaha baru diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, terutama apabila disertai kepatuhan terhadap peraturan dan mampu menciptakan kesempatan kerja bagi warga setempat.
Pemerintah Kota Bekasi pun berharap semakin banyak investor yang tertarik mengembangkan usahanya di wilayah tersebut. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting untuk menciptakan ekosistem bisnis yang sehat dan berkelanjutan.
Melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, kepastian regulasi, serta dukungan terhadap berbagai peluang usaha, Kota Bekasi diharapkan mampu memperkuat daya saingnya sebagai salah satu daerah tujuan investasi di Jawa Barat.
Dengan demikian, pertumbuhan investasi tidak hanya mendorong perkembangan sektor usaha, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Kota Bekasi.
(Ris)

