Kota Bekasi, Suararepublik.id – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengukuhkan kepengurusan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi masa bakti 2026-2031 dalam apel pagi yang digelar di Kota Bekasi, Rabu (2/9/2026).
Dalam pengukuhan tersebut, H. Abdul Manan kembali dipercaya memimpin FKUB Kota Bekasi sebagai ketua untuk periode 2026-2031. Ia bersama jajaran pengurus resmi dilantik untuk melanjutkan tugas menjaga kerukunan antarumat beragama di Kota Bekasi.
Tri Adhianto meminta FKUB tidak hanya mempertahankan budaya toleransi yang selama ini telah terbangun, tetapi juga terus meningkatkannya di tengah keberagaman masyarakat.
Menurut Tri, Kota Bekasi telah menunjukkan capaian positif dengan menempati peringkat kelima sebagai kota paling toleran di Indonesia. Namun, predikat tersebut dinilai tidak boleh berhenti sebatas angka maupun penghargaan.
“Peringkat kelima ini harus kita tingkatkan lagi. Jangan hanya menjadi sebuah angka atau penghargaan, tetapi harus diwujudkan melalui aksi toleransi yang nyata di setiap wilayah,” ujar Tri.
Ia juga meminta FKUB bersama seluruh elemen masyarakat memperbanyak kegiatan yang mencerminkan semangat toleransi di lingkungan masing-masing.
Tri mendorong setiap kegiatan kerukunan yang dilakukan masyarakat untuk didokumentasikan dan dipublikasikan melalui media sosial. Langkah tersebut dinilai penting untuk menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa praktik toleransi terus tumbuh di Kota Bekasi.
“Kalau ada kegiatan-kegiatan toleransi di wilayah, lakukan dan kemudian upload di media sosial. Ini penting supaya masyarakat mengetahui bahwa FKUB dan seluruh elemen masyarakat aktif menjaga kerukunan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Tri turut menyampaikan apresiasi kepada pengurus FKUB periode sebelumnya. Ia menilai dedikasi dan kerja keras para pengurus telah berkontribusi dalam menjaga suasana kondusif di tengah keberagaman masyarakat Kota Bekasi.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada pengurus FKUB periode sebelumnya. Kerja keras dalam menyatukan visi dan menjaga kerukunan telah membuahkan hasil terbaik bagi Kota Bekasi. Perbedaan yang ada justru menjadi kekuatan dan tidak sampai menimbulkan bentrokan,” ungkap Tri.
Ia berharap kepengurusan FKUB periode 2026-2031 dapat meneruskan capaian tersebut. Program-program yang dijalankan diharapkan semakin menyentuh masyarakat dan mampu memperkuat toleransi hingga ke tingkat lingkungan.
Tri menegaskan bahwa keberagaman di Kota Bekasi harus terus dirawat sebagai kekuatan bersama. Karena itu, komunikasi dan kolaborasi antarelemen masyarakat menjadi bagian penting dalam mempertahankan kerukunan dan kondusivitas wilayah.
(Red)

