Bekasi, Suararepublik.id – Ketua Umum DPP Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM), Umar Key Ohoitenan, mengajak seluruh warga Maluku yang berada di Jabodetabek untuk membangun kehidupan bertetangga yang harmonis dengan menjadikan tetangga sebagai bagian dari keluarga.
Pesan tersebut disampaikan Umar saat malam puncak perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus peringatan ulang tahunnya yang ke-48 di Nirvana Regency, Binalindung, Kota Bekasi, Senin malam (17/8/2026).
Menurut Umar, keberadaan tetangga memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika seseorang menghadapi kesulitan atau persoalan.
“Dalam pengalaman hidup sehari-hari, saat kita mengalami kesulitan atau masalah, maka orang yang pertama datang membantu kita adalah para tetangga kita. Bukan saudara kita di Maluku yang pertama-tama membantu kita, tapi tetangga kita. Kita ingat hal ini,” ujar Umar.
Umar kemudian mengajak warga Maluku untuk mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa yang pernah terjadi, termasuk peristiwa Matraman yang menurutnya sempat dipicu oleh informasi bohong dan berujung pada jatuhnya korban jiwa.
“Seandainya kita hidup dalam semangat bahwa tetangga adalah saudara kandung kita, maka peristiwa Matraman itu tak akan terjadi. Maka pada ulang tahun saya ini, saya mau mengajak seluruh keluarga FPMM dan keluarga Maluku untuk melihat tetangga sebagai saudara kandung kita,” tegasnya.
Perayaan ulang tahun Umar Key yang bertepatan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut berlangsung cukup meriah. Sebagai Ketua RT 08 RW 011, Binalindung, Umar bersama panitia sebelumnya telah menggelar berbagai perlombaan sejak tiga hari menjelang 17 Agustus.
Pada Senin (17/8), warga RT 08 mengawali rangkaian kegiatan dengan upacara pengibaran bendera Merah Putih. Upacara berlangsung khidmat dengan melibatkan komandan upacara serta kelompok pengibar bendera. Lurah Binalindung bertindak sebagai inspektur upacara.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai hiburan dan perlombaan, termasuk lomba tarik mobil dengan telinga, serta makan bersama warga.
Pada sore harinya, panitia menyerahkan santunan kepada anak yatim. Secara simbolis, santunan diberikan Umar Key didampingi para istrinya kepada 10 anak yang mewakili penerima santunan.

Suasana semakin semarak dengan penampilan hadroh anak-anak binaan Masjid Ar-Romlah, Binalindung. Selain itu, Ibu Ina membacakan puisi berjudul “Dikau” yang ditulisnya khusus untuk Umar.
“Seribu hati telah kau obati//kau telusuri hidup ini penuh suka dan duka//Wahai Umar, kau jadi panutan kami,” demikian penggalan puisi tersebut.
Rangkaian acara juga diisi fashion show anak-anak sebelum Pengurus FPMM yang diwakili Wakil Ketua Umum, Wakil OKK, Ketua DPW DKI Jakarta, dan Ketua Bidang PPA FPMM menyerahkan foto kepada Umar Key. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembagian hadiah kepada para pemenang lomba.
Malam puncak perayaan semakin meriah dengan penampilan penyanyi nasional Vonni Sumlang. Penyanyi pop era 1980-an sekaligus adik dari Albert Sumlang, peniup saxophone grup musik The Mercy’s, itu membawakan sejumlah lagu yang menghibur para tamu undangan.
Hiburan kemudian dilanjutkan dengan joget dan saweran sehingga suasana perayaan semakin semarak.
Salah seorang sahabat dekat Umar menilai sosok Ketua Umum DPP FPMM tersebut memiliki karakter karismatik sekaligus rendah hati.
“Dia banyak dicintai bukan oleh warga Maluku saja, tapi banyak orang di Indonesia. Dia sosok rendah hati, pemimpin yang baik, memiliki kewibawaan. Lewat FPMM beliau terus berkembang menjadi pemimpin tingkat nasional. Semoga beliau tetap bersahaja dan menjadi tempat berlindung bagi banyak orang,” tuturnya.
Acara malam puncak yang dikhususkan untuk perayaan ulang tahun Umar dibuka dengan doa syukuran dan pembacaan ayat suci Alquran yang dibawakan Ustaz Drs. Dahlan Rahayaan.
Dalam kesempatan tersebut, Umar menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga RT 08 RW 011 Nirvana Residence yang terlibat dalam seluruh rangkaian kegiatan. Ia juga mengapresiasi kehadiran Ketua Pemuda Bima, Mochtar Marasabessy, serta mantan Ketua RT 08.
Memasuki usia 48 tahun, Umar turut melakukan refleksi atas perjalanan hidupnya dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
“Untuk hari ulang tahun ini, saya mintakan doa. Dalam perjalanan hidup selama 48 tahun ini tentu saya memiliki kelemahan dan kekurangan. Saya mohon maaf lahir dan batin,” ujar Umar.
Umar juga mengingatkan warga Maluku yang tinggal di Jakarta untuk turut menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Menurutnya, kehidupan di ibu kota membutuhkan sikap saling menghormati, menjaga hubungan baik dengan tetangga, serta menghindari konflik.
“Jangan ada ribut-ribut. Mari, kita merangkul tetangga kita dan hidup dengan sikap-sikap yang baik. Kita semua saling tergantung,” katanya.
Ia menambahkan, kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan bersama yang harus diisi dengan kegiatan positif demi masa depan generasi penerus.
“Dan, kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan kita bersama. Mari isi kemerdekaan ini dengan karya yang positif demi masa depan kita dan anak cucu kita,” pungkas Umar.
(Ris)

