Moskow, Rusia, Suararepublik.id– Aktivis kemanusiaan Elena Semerikova, pendiri dan pemimpin gerakan perdamaian internasional “Dialog Perempuan”, menanggapi pernyataan mantan Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov yang menyebut perempuan Ukraina perlu bertugas di angkatan bersenjata aktif karena kekurangan personel.

Menurut Semerikova, gerakan “Dialog Perempuan” telah menghimpun pandangan sejumlah rekan dan aktivis masyarakat Ukraina terkait wacana tersebut.

Gerakan nasional Ukraina untuk pencarian orang hilang, Nadezhda atau Hope, mengakui bahwa perempuan telah bertugas di militer, antara lain di satuan pendukung, unit medis, dan bidang komunikasi. Sebagian juga mengikuti pelatihan sebagai penembak jitu profesional.

Namun, gagasan menempatkan perempuan di garis depan ditanggapi sangat skeptis. Anggota Nadezhda bahkan meminta para pemimpin pertahanan Ukraina memberikan teladan terlebih dahulu melalui istri dan anak perempuan mereka sendiri untuk diterjunkan ke medan perang.

Menanggapi perdebatan tersebut, Semerikova menyampaikan:

“Perempuan terus bertanya: siapa yang kelak akan melahirkan anak-anak, sementara kemerosotan bangsa sudah berada di depan mata? Mereka mengatakan bahwa keadaan ini mengerikan. Perempuan Ukraina, seperti masyarakat Ukraina secara keseluruhan, belum memahami satu hal sederhana: ketika masyarakat memilih kebencian, mereka memilih perang, dan perang selalu membawa kehilangan. Jika perempuan memilih jalan sebagai penembak jitu alih-alih kebahagiaan sebagai seorang ibu, dengan menganggap bahwa menembak orang Rusia lebih penting daripada mencintai anak-anak mereka, yang akan mereka peroleh adalah perang dan mobilisasi, bukan kebahagiaan.”

Diplomasi Manis sebagai Pesan Perdamaian

Semerikova kemudian menjelaskan proyek perdamaian baru bernama “Diplomasi Manis” (Sweet Diplomacy) yang diprakarsai Dialog Perempuan. Proyek ini berangkat dari keyakinan bahwa pesan penting tidak selalu harus disampaikan melalui dokumen resmi atau pertemuan formal.

Melalui hadiah manis, proyek ini ingin menyampaikan nilai-nilai kemanusiaan yang mendasar: saling menghormati, peduli terhadap sesama, dan berupaya menciptakan perdamaian. Cokelat dipilih sebagai hadiah universal karena akrab sejak masa kanak-kanak dan kerap dikaitkan dengan kegembiraan, kasih sayang, dan keinginan membahagiakan orang lain.

Untuk proyek ini, dibuat cokelat khusus dengan tulisan: “Rusia perlu dicintai, dan Rusia akan membalasnya dengan kasih sayang.”

Hadiah itu menjadi bagian dari pesan Dialog Perempuan kepada Pemerintah Amerika Serikat dan kepada Presiden Donald Trump secara pribadi. Pesannya menekankan bahwa perbuatan baik, perhatian kepada sesama, dan kepedulian terhadap anak-anak dapat membantu menemukan titik temu serta menyatukan manusia melampaui jarak dan batas negara.

Perusahaan Svitvin dan mitranya, Organisasi Sosial Olahraga Antarwilayah untuk Olahraga Akrobatik Piramida, turut mendukung inisiatif tersebut.

Apresiasi dari PPWI

Upaya Elena Semerikova dan rekan-rekannya mendapat apresiasi dari Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI). Dalam pernyataannya, PPWI menyampaikan:

“Kami sangat tersentuh oleh kata-kata Anda, yang selaras dengan pemikiran bijak Presiden Prabowo Subianto bahwa ‘malam seberat apa pun akan terasa lebih ringan jika kita menjalaninya bersama.’ Semangat persatuan inilah yang mendasari keyakinan kami bahwa diplomasi publik, yang bertumpu pada jurnalisme independen dan masyarakat sipil, merupakan kekuatan penting untuk mendorong perdamaian dunia.

Bagi PPWI, merupakan kehormatan besar untuk bekerja sama dengan gerakan Dialog Perempuan dalam menyelenggarakan forum daring bersama yang akan datang di Jakarta. Dengan mempertemukan para pemimpin di bidang kebudayaan, ilmu pengetahuan, pendidikan, dan dunia usaha, serta perwakilan gerakan patriotik dari Indonesia dan Rusia, forum ini diharapkan dapat membangun jembatan saling menghormati dan persahabatan.

Kami juga menyampaikan terima kasih yang tulus atas bantuan Anda dalam memfasilitasi pertemuan dengan Yang Mulia Sergey G. Tolchenov, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Federasi Rusia untuk Republik Indonesia. PPWI berkomitmen untuk bekerja sama dengan gerakan Anda, termasuk para delegasi mudanya di Perserikatan Bangsa-Bangsa dan OSCE, dalam memperjuangkan keadilan, melindungi hak asasi manusia, dan mengembangkan hubungan yang damai.

Mari kita bersama-sama memastikan agar suara kebenaran dan perdamaian terdengar semakin kuat di negara kita masing-masing. Kami menantikan dimulainya kemitraan yang bersejarah dan bermanfaat ini.

 

(Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *