JakartaSuararepublik.id – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara kembali menggelar kegiatan Pentas Literasi yang kali ini menghadirkan tema unik dan relevan, yaitu “Bertani Modern di Perkotaan”. Kegiatan ini berlangsung di lobi kantor wali kota, Senin (3/8/2026). Kegiatan ini, diikuti sebanyak 30 siswa dari enam sekolah, yakni SMA 18 Jakarta, SMA 41 Jakarta, SMA Yappenda, SMA Gita Kritis 2 Jakarta, SMA 15 Jakarta, dan SMA 80 Jakarta. Mereka hadir untuk mendapatkan wawasan baru tentang pertanian modern, khususnya hidroponik.

Materi disampaikan langsung oleh Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Utara. Para peserta dikenalkan dengan konsep urban farming atau pertanian perkotaan yang dinilai semakin penting di tengah keterbatasan lahan di kota besar.

Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Utara, Novy Christine Palit, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan pelajar tentang dunia pertanian modern. “Kegiatan hari ini kita memperkenalkan urban farming, sekaligus mengisi materi dari program Sudin Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Utara untuk literasi anak-anak sekolah, supaya mereka lebih mengenal apa itu urban farming,” ujarnya.

Ia menambahkan, para peserta berasal dari lima sekolah dengan total sekitar 30 siswa. Dalam kegiatan ini, mereka tidak hanya mendapat teori, tetapi juga dikenalkan berbagai jenis tanaman yang bisa dibudidayakan di lingkungan perkotaan.

Menurut Novy, pengenalan ini penting karena banyak anak perkotaan yang belum familiar dengan dunia pertanian.

“Harapannya setelah diperkenalkan urban farming, mereka lebih paham apa itu urban farming dan bagaimana cara melakukannya. Anak-anak kota terkadang kurang mengenal tanaman, jadi kita berupaya memperkenalkan mereka lebih jauh,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kegiatan ini juga berkaitan erat dengan ketahanan pangan keluarga. Para pelajar diharapkan bisa menjadi pelopor di rumah masing-masing. “Kita berharap mereka bisa menjadi pionir di rumah, misalnya menanam cabai atau tanaman lain, sehingga bisa membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga,” tambahnya.

Salah satu peserta, siswi SMA Yappenda, Atiiqa Suciati, mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Ia mengatakan mendapatkan banyak pengalaman baru yang sebelumnya belum pernah dipelajari di sekolah. “Saya senang banget ikut kegiatan ini, karena jadi tahu tentang hidroponik dan cara menanam tanpa tanah. Ternyata bertani itu bisa dilakukan di rumah meskipun lahannya terbatas,” ujarnya.

Atiqa juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini membuka wawasannya tentang pentingnya mengenal tanaman sejak dini, terutama bagi anak-anak yang tinggal di perkotaan. “Selama ini saya kurang tahu jenis-jenis tanaman. Dari kegiatan ini jadi lebih paham, dan tertarik untuk coba menanam sendiri di rumah,” katanya.

Ia berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan agar lebih banyak pelajar yang mendapatkan pengalaman serupa.

“Semoga kegiatan seperti ini sering diadakan, karena seru dan bermanfaat. Saya jadi ingin mengajak keluarga di rumah untuk mulai menanam tanaman sederhana,” tambahnya.

Sebagai informasi, Pentas Literasi merupakan program rutin Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara yang digelar setiap hari Senin setiap minggunya. Kegiatan ini menjadi wadah edukatif bagi pelajar untuk belajar berbagai hal di luar kelas dengan cara yang menarik dan aplikatif.

 

(Tto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *