Sleman, Suararepublik.id – Seorang pelajar SMPN 1 Tempel, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Muhammad Fadilah Akbar, diduga menjadi korban penganiayaan oleh segerombolan pelaku kejahatan jalanan pada Sabtu (5/9/2026).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.50 WIB di Jalan Magelang Km 17, Margorejo, Tempel, Sleman. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka akibat sabetan senjata tajam dan harus mendapat perawatan dengan 25 jahitan.
Ibu korban, Rianita Suwastini, mengatakan dirinya mengetahui kejadian tersebut ketika sedang dalam perjalanan pulang kerja. Ia mendapat kabar bahwa anaknya menjadi korban pembacokan di kawasan Jalan Magelang.
“Iya kak, kemarin siang pas aku mau pulang kerja dikabari kalau kena bacok di Jalan Magelang,” ujar Rianita dalam keterangan resmi melalui pesan Whats App kepada tim Suararepublik.id, Minggu (6/9/2026).
Menurut Rianita, sebelum kejadian, anaknya baru saja melakukan transaksi jual beli atau COD celana bersama temannya. Setelah itu, korban dan temannya berencana pulang, bahkan sempat hendak mencari makanan.
Namun, dalam perjalanan, korban dan temannya diduga tiba-tiba dikejar oleh segerombolan orang. Situasi tersebut kemudian berujung pada aksi penganiayaan menggunakan senjata tajam.
“Abis COD-an celana sama temannya, mau balik ke arah pulang. Rencananya mau pada jajan mi ayam dulu, malah diuber gerombolan itu,” katanya.
Rianita menyebut kondisi korban harus mendapatkan penanganan medis akibat luka yang dialaminya. Korban mendapat 25 jahitan.
Kasus tersebut juga telah dilaporkan kepada pihak kepolisian. Menurut Rianita, penanganan perkara kini telah sampai di Satreskrim Polres Sleman dan para pelaku masih dalam pencarian.
“Udah laporan ke Polres Sleman, masih dalam pencarian. Prosesnya sudah sampai Satreskrim Polres,” ujarnya.
Rianita berharap polisi dapat segera mengungkap dan menangkap para pelaku. Ia juga menegaskan tidak ingin menyelesaikan perkara tersebut melalui jalur damai karena tindakan yang dilakukan dinilai telah membahayakan nyawa anaknya.
“Harapanku semoga gerombolan pelakunya cepat ketemu, diproses hukum. Tidak ada damai karena terkait mencelakai nyawa dan merugikan orang lain,” tegasnya.
Ia juga mengaku mendapat informasi mengenai dugaan aksi kejahatan jalanan lain yang terjadi pada hari yang sama. Menurutnya, kawasan Jalan Magelang disebut menjadi salah satu lokasi yang perlu diwaspadai, terutama pada akhir pekan.
“Iya, infonya di hari rawan klitih Sabtu-Minggu, Jalan Magelang. Soalnya ada yang WhatsApp aku juga, lihat klitih lain di dekat Sleman City Hall,” katanya.
Berdasarkan informasi yang disampaikan keluarga korban, para pelaku diduga menggunakan kendaraan tanpa pelat nomor. Mereka juga disebut mengenakan helm dan masker sehingga menyulitkan proses identifikasi.
Rianita menambahkan, pada hari yang sama terdapat pula informasi mengenai teman dari anaknya yang turut menjadi korban aksi serupa.
Kasus dugaan penganiayaan ini kini masih dalam penanganan Satreskrim Polres Sleman. Polisi diharapkan dapat segera mengidentifikasi para pelaku dan mengungkap motif serta rangkaian kejadian tersebut.
(Ris)

