Kepulauan Seribu, Suararepublik.id – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Indonesia (UI) menggelar pelatihan budidaya ikan nila air payau bagi warga Pulau Pramuka, Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara, pada Sabtu hingga Minggu, 25–26 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan memberikan solusi usaha perikanan yang lebih adaptif terhadap perubahan lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir.
Pelatihan diikuti oleh warga Pulau Pramuka, Kelompok Wanita Tani (KWT) Hijau Lestari, pengurus RT, serta peneliti dan mahasiswa UI. Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan teknik budidaya ikan nila salin menggunakan media galon sebagai inovasi budidaya yang cocok diterapkan di kawasan dengan keterbatasan lahan.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat UI, Dr. Filia, mengatakan perubahan kondisi lingkungan menjadi tantangan besar bagi nelayan sehingga dibutuhkan alternatif mata pencaharian yang berkelanjutan.
“Saat ini nelayan menghadapi tantangan semakin besar akibat perubahan lingkungan. Budidaya ikan nila air payau bisa jadi alternatif usaha berkelanjutan,” ujar Filia, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, pelatihan tidak hanya memberikan teori, tetapi juga praktik mengenai teknik budidaya, mulai dari pengaturan salinitas air, kepadatan tebar benih, manajemen pakan, hingga pemantauan kualitas air agar pertumbuhan ikan berlangsung optimal.
“Ikan nila yang dibudidayakan di air payau memiliki pertumbuhan relatif cepat. Masa panen sekitar 3–4 bulan dan cita rasanya lebih gurih dibanding nila air tawar,” jelas Filia.
UI berkomitmen untuk terus mengembangkan model budidaya ikan nila air payau berbasis media galon yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan pesisir Pulau Pramuka sehingga dapat diterapkan secara luas oleh masyarakat.
Kegiatan pengabdian ini juga melibatkan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bidang perikanan dan kelautan, Dedy Yaniharto, bersama mahasiswa dan alumni UI yang memberikan pendampingan langsung kepada peserta selama pelatihan berlangsung.
Sementara itu, Ketua RT 03/05 Pulau Pramuka, Nurlela, mengapresiasi inisiatif Universitas Indonesia dalam membekali masyarakat dengan keterampilan baru yang berpotensi meningkatkan perekonomian warga.
“Kami mengapresiasi Universitas Indonesia yang telah memberikan pelatihan kepada warga. Harapannya ilmu ini bisa diterapkan sehingga masyarakat punya alternatif usaha, terutama saat musim angin ketika nelayan tidak bisa melaut,” tutur Nurlela.
(Ida)

